Kamis, 09 April 2020

DAMPAK CORONA, TERHADAP EKONOMI INDONESIA


PENULIS: Guswar Amanda
sebagaimana telah kita ketahui bersama, bahwasanya berbagai negara di berbagai penjuru bumi sedang berusaha menekan dan membasmi virus yang bernama COVID-19  termasuk negara kita indonesia.yang mana karena pandemi covid-19 ini telah merubah tatanan kehidupan kita yang awalnya kita ngumpul ngumpul sekarang harus berdiam diri di rumah yang awalnya jalanan rame sekarang sepi sekolah di liburkan dan lain lain, hal ini merupakan salah satu upaya pencegahan virus tersebut tentu saja akan berdampak pada berbagai aspek baik itu sosial atupun ekonomi serta aspek lainnya. saya akan membahas dari sisi aspek ekonomi yang mana ekonomi paling terasa dampanya. sebab penunjang kehidupan yang utama ada di aspek tersebut terutama yang di bidang ekonomi kecil, pedagang mengeluhkan sepinya pembeli hingga terpaksa harus tutup, ojek online mengeluhkan orderan minim sebab banyak yang hanya di rumah saja hingga menyebabkan turunnya pendapatan. belum lagi usaha usaha lain yang terpaksa memutuskan PHK  karyawan karena keuangan yang tak mampu lagi menggaji ini kita terima dari media. tentunya ini akan menambah beban masalah hingga perlu perhatian khusus agar supaya yang terkena dampak tersebut tidak jadi pengangguran,hingga saat ini pemerintah telah memberikan solusi dengan menggunakan sistem kartu prakerja. fungsi dari kartu ini untuk memfasilitasi para terdampak tadi agar bisa segera mendapat pekerjaan baru yang menurut 
media akan di beri semacam uang jaminan. namun lagi lagi belum merata hingga perlu upaya lebih dari itu.  sebab jangan sampai efek ketidak merataan justru memunculkan kecemburuan sosial yang akhirnya membuat memperkeruh suasana.jadi jika ingin kebijakan kebijakan berjalan lancar maka pemerintah harus bisa carikan penggantinya jangan cuma di suruh di rumah namun setelah itu kosong, maka ada 2 pilihan jika tidak ada solusinya yaitu mati karena virus atau mati kelaparan maka di dalam situasi ini pemerintah harus membuat kebijakan yang tepat tidak bergesekan dengan faktor faktor lain. Kita berdoa saja semoga pandemi lekas berlalu hingga kehidupan normal kembali


TERIMAKASIH    

Selasa, 07 April 2020

ANTARA CORONA, DAN STIGMA MASYARAKAT.


penulis: Guswar Amanda

Hari ini, soliter seharusnya solider. Jaga jarak dengan penyakit, bukan dengan kemanusiaan.
Belakangan muncul sederet peristiwa stigmatisasi antara satu sama lain dari kita sendiri di tengah pandemi ini. Mulai dari aksi pengusiran terhadap tenaga kesehatan, hingga mobil ambulans pengantar jenazah pasien COVID-19 yang diblokade hingga dilempari batu. 
Di satu sisi, kasus-kasus ini menunjukan kesadaran dan kewaspadaan pada virus COVID-19 mulai terbentuk. Sudah banyak yang menyadari betapa virus ini tidak bisa dianggap remeh. Makanya kampanye #JagaJarak mulai dipraktikkan di mana-mana. 
Namun, upaya menjaga jarak ini jangan kebablasan. Jaga jarak bukan berarti kita bebas mengusir orang atau menolak jenazah.
Ingat jargon lama “Jauhi penyakitnya, bukan orangnya”. Seharusnya ini jadi pegangan kita. 
Wabah ini diprediksi masih akan berlangsung panjang. Guncangan-guncangan sosial juga akan terjadi. Inilah saatnya untuk memperkuat solidaritas. Jarak fisik memang harus direnggangkan, tapi ikatan sosial justru harus dirapatkan. 
Kita tidak bisa sendirian mengatasi wabah ini. maka marilah kita bersama sama mengentikan,memerangi corona ini agar  tatanan tatanan kehidupan kita kembali normal.
Baca selengkapnya »

Senin, 06 April 2020

ANTARA CORONA, DAN DILEMA KULIAH 0NLINE


Baca selengkapnya »

Minggu, 05 April 2020

MENAKAR, KEBIJAKAN LISTRIK GRATIS 3 BULAN

GUSWAR AMANDA



beberapa hari ini masyarakat heboh di media sosial tentang kebijakan presiden yang menggratiskan biaya listrik 450 VA dan mendiskon listrik 900 VA dalam rangka penanganan wabah covid-19  hal inipun di sambut antusias oleh masyarakat pihak PLN pun setuju dan siap melaksanakan  dengan mekanisme pengambilan token melalui situs web PLN  yaitu www.pln.co.id dan melalui aplikasi pesan singkat Whatsapp  sontak saja situs dan aplikasi tersebut di serbu  pengguna yang ingin mendapatkan token listrik gratis al hasil server  situs drop down tak bisa menampung pelanggan ribuan bahkan jutaan yang mengakses situs tersebut secara bersamaan di sisi lain Whatsapp pun tak berjalan/error hingga hal ini membuat kebingungan para pelanggan dan ternyata kebijakan gratis listrik tidak seluruhnya hanya bagi ketegori kategori tertentu saja hal ini justru membuat kekecewaan   para pelanggan dan akan menimbulkan bahwa pemerintah tidak adi ini bisa kita lihat di sosial media lagi di mana mereka meluapkan isi hati lewat tulisan sindiran yang sudah barang tentu di tujukan pada pembuat kebijakan itu  maka pemerintah serta PLN harus mengevaluasi yang mana pemerintah harus mempertimbangkan secara matang dalam membuat kebijakan terlebih di saat seperti ini serba sulit oleh karena covid karena sejatinya kebijakan untuk meringankan memperbaiki keaan jangan sampai kebijakan justru memunculkan masalah baru yakni kecemburuan sosial oleh sebab tidak meratannya kebijakan juga untu PLN  mestinya sebelum  pelaksanaan kebijakan haruslah persiapkan sistem secara baik karena sistem sejatinya untuk kemudahan jangan sampai justru mempersulit keadaan  itulah kunci utamanya supaya betul betul tercapai yang di harapkan 

KETIKA NERAGARA LAIN MENYUMBANG, INDONESIA MINTA SUMBANGAN

penulis:Guswar Amanda

berbicara corona virus atau covid-19 memang saat ini hampir seluruh dunia termasuk indonesia sedang berjuang untuk mengatasinya berbagai kebijakan pun di terapkan mulai dari cuci tangan diam di rumah jaga jarak kerja dari rumah kuliah/sekolah dari rumah pun di terapkan oleh berbagai negara dan indonesia melakukan hal yang sama namun sepertinya cara demikian masih belum efektif untuk mengurangi wabah bahkan justru makin bertambah  maka negara negara seperti malaysia italy dll para pejabat seperti para menteri atau pejabat lainnya ramai ramai menyumbangkan sebagian gaji untuk pendanaan penganan covid ini  hasil uangnya akan di bagikan pada masyarakat dalam bentuk APD  seperti masker untuk kali ini indonesia beda jika negara lain potong gaji demi corona negeri ini justru minta sumbangan  kepada rakyat  melalui menteri keuangan beliau mengatakan depan media sudah buka rekening sumbangan di sisi lain saat negara sulit di media juga aga lembaga yang meminta gaji naik dengan demikian sangat tidak berimbang sekali  jika di banding negara negara tadi di sebutkan paka jika ada yang bilang demi rakyat itu perlu di pertanyaakan semoga saja pandemi segera berakhir agar negeri ini kembali berbenah dan kehidupan masyarakatnya normal kembali sejujurnya sedih melihat kenyataan negeri ini saat negara lain sudah melangkah jauh indonesia masih sibuk dengan masalah yang sebenarnya itu itu saja sejak dulu 

ALASAN KEMANUSIAAN, NARAPIDANA DI BEBASKAN

ditulis:Guswar Amanda

akhir akhir ini, ramai pemberitaan  soal corona atau covid-19, yang mana virus ini juga mewabah di negeri kita yang kita cintai indonesia. segala kebijakan dan aturan di buat dan terapkan, untuk apa?  tentu tak lain dan tak bukan tujuannya untuk meredam sebaran virus ini. dapat kita lihat mulai dari kebijakan kerja dari rumah,sekolah dari rumah,ibadah dari rumah dan lain lainnya. itu semua di terapkan demi menekan sebaran covid-19, yang mana sampai hari ini sudah dua ribu lebih yang di nyataka positif. namun demikan, ada satu kebijakan yang ditentang publik. kebijakan ini di sampaikan oleh menteri yasona laully, yaitu kebijakan membebaskan napi tahanan korupsi, dengan dalih mengurangi resiko penyebaran corona. benarkah demikian?.  banyak yang berpendapat bahwa ini ada mengandung unsur "kepentingan", jika kita kaji dan kita nalar dengan logika mereka para tahan itu dalam ruangan. kemungkinan resko  itu kecuali, ada yang masuk dari luar itupun di cek dan di periksa dahulu oleh petugas. Jika alasannya lapas penuh, masih bisa di pindah ke lapas yang lain, tapi bukan berarti di bebaskan. lantas apa dasar utama kebijakan itu ngotot di berlakukan?
beliau mengatakan semua itu di lakukan atas dasar kemanusiaan, bahkan yang tak terima napi bebas adalah orang tumpul. sudah bisa kita baca maksud dan tujuan dari kebijakan tersebut corona hanyalah jalur moment dalil mencari alasan. dan kemanusiaan sebagai senjata dalilnya. dengan demikian jelas terlihat, ada pembelaan terhadap suatu golongan yang mempunyai kepentingan. tanpa mau menakar kepentingan umum walaupun sebenarnya lebih urgent dan harus di laksanakan. inilah indonesia kita menggaungkan indonesia maju, tapi itu masih jadi wacana, selama para pemegang kuasa masih di kontrol pemegang kepentingan jangan berharap itu terjadi 

TERIMAKASIH